Sejarah telaga sarangan

Menurut legenda, sejarah Telaga Sarangan berasal dari kisah sepasang suami istri bernama Kyai dan Nyai Pasir. Itulah mengapa, Telaga Sarangan juga disebut sebagai Telaga Pasir. Setelah bertahun-tahun hidup bersama, Kyai dan Nyai Pasir belum juga dikaruniai buah hati. Suatu ketika, Kyai dan Nyai Pasir bersemedi untuk memohon kepada Sang Hyang Widhi agar segera diberikan anak. Harapan pasangan ini pun terkabul, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Joko Lelung. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kyai dan Nyai Pasir bekerja dengan bercocok tanam dan berburu. Pekerjaan mereka bisa dibilang cukup berat, sehingga kesehatan fisik menjadi sangat penting.